Manajemen dan Apparel Disomasi

Manajemen, dan legenda PSMS memberikan keterangan pers usai disomasi atas kepemilikan logo, Selasa (3/4/2018)

MEDAN– PSMS sepertinya tidak pernah lepas dari masa­lah. Di tengah konsentrasi tim menghadapi Liga 1 muncul lagi masalah baru. Manajemen PSMS yang bernaung di bawah PT Kinantan Medan Indonesia beserta sponsor apparel PSMS, DJ Sport disomasi PT Pesemes Medan yang mengaku pemilik hak cipta nama dan logo PSMS.

Pada surat tertanggal 24 Maret itu mengatasnamakan PT Pesemes, menyatakan jika mereka sudah terdaftar di Direktorat Jenderal Hak Ke­kayaan Intelektual (HKI) dengan Nomor 588896 per tanggal 19 Juli 2017 dan men­jadi pemilik hak ekslusif logo dan nama PSMS. Untuk itu PT Kinantan Medan Indone­sia dilarang menggunakan nama dan merek PSMS se­lama berkompetisi di Liga 1 tanpa izin PT tersebut.

Empat hari kemudian, gili­ran DJ Sport selaku sponsor Apparel yang disomasi. Dengan tuntutan sama, DJ Sport di­larang memproduksi jersey dan segala merchandise ber­nama dan logo PSMS.

”Dari informasi yang ada PT Pesemes Medan mendapat perlindungan hukum atau terdaftar sejak 28 Februari 2014. Namun sebenarnya 7 Desem­ber 2016 mereka sempat dito­lak karena sudah ada yang punya logo dengan nama yang sama. Tapi kemudian mereka melakukan banding dan per tanggal 19 Juli 2017 mereka terdaftar untuk jenis barang dan jasa, klub sepak bola, se­kolah sepak bola, baju, jersey, merek dan lain-lain,” kata Lawyer manajemen PSMS, Danial Syah di Kebun Bunga, Selasa (3/4) lalu.

Untuk itu menurutnya, pi­haknya siap menghadapi so­masi tersebut. ”Kami akan surati HKI untuk membantah ini. Ini nama PSMS dan logo bukan milik perseorangan. Melainkan merek Sumatera Utara dan Medan. Ini milik masyarakat, mereka tidak ber­hak mengklaim,” tambahnya.

Share this post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top