Published On: Thu, Oct 24th, 2013

Tokoh Inspirator Usaha Yang Mengabdi Pada Masyarakat

InfoAnyar.com, Bandung – Tak sedikit perempuan yang memutuskan berbisnis dengan modal keberanian, namun ternyata mampu meraup kesuksesan. Seperti yang dialami sosok wanita yang sangat tangguh dan cerdas Dra. Ir. Hj. Eni Sumarni, M.Kes yang biasa dipanggil Bunda Eni. Wanita kelahiran Sumedang 50 tahun yang lalu ini lahir dilingkungan keluarga pendidik. Sosoknya selalu ingin mengabdi demi kemajuan masyarakat tanpa rasa puas diri.

IMG_4155             IMG_4156

Saat ini Bunda Eni Sumarni menjalankan usaha properti yang berada di Bandung. Beliau merintis usaha sejak tahun 1997 dan mulai berkembang pada 2002. Setelah lulus dari Institut Keguruan Ilmu Pendidikan Bandung (sekarang UPI) pada tahun 1986, beliau memutuskan untuk ikut suami ke Surabaya hinggal tinggal disana selama 3 bulan. Disana, beliau berprofesi sebagai dosen salah satu Perguruan Tinggi Surabaya dan menyatakan sejak itu prosesnya belum terlalu sulit seperti sekarang untuk menjadi dosen.

Perekonomian di Surabaya saat itu relatif tidak terlalu high cost, sehingga taraf hidup bisa tercapai untuk standar Propeller II yaitu suami istri bekerja. Pada saat itu Bunda Eni hanya berpenghasilan 2 juta dari status Pegawai Negeri Sipil. Sedangkan anak-anaknya berkeinginan untuk sekolah di Al-Azhar yang sudah tentu biayanya mahal. Untuk menyekolahkan anak pertamanya ke SMP di AL-Azhar saja beliau belum mampu.

IMG_4159             IMG_4172

“Pada saat itu saya memiliki penghasilan 2 juta, anak ingin sekolah ke Al-Azhar dan biayanya 300 ribu per bulan untuk satu anak, kalau dua berarti 600 ribu. Bayangkan dengan gaji 2 juta, 600 ribunya hanya untuk pendidikan saja, belum lagi untuk yang lain. Akhirnya karena anak-anak ini kebetulan cerdas-cerdas dan mempunyai semangat belajar tinggi, maka saya termotivasi untuk berwirausaha”, jelas Bunda Eni.

Bunda Eni dilanda ‘dilema’, tidak sampai hati karena putera-puterinya memiliki kecerdasan dan semangat belajar yang tinggi. Maka, sebagai seorang Ibu, beliau tidak ingin menurunkan semangat putera-puterinya dan meminta pada putera-puterinya untuk mendoakannya agar dapat membiayai sekolah mereka keluar negeri . Bunda Eni berpikir keras sampai pada akhirnya beliau memutuskan untuk berwirausaha.

IMG_4173   IMG_4204

“Saya meminta ke anak-anak, doakan mamah agar dapat menyekolahkan kamu keluar negeri”, pungkasnya.

Usaha awal yang Bunda Eni jalani adalah Design Interior. Itupun tidak terlepas dari musyawarah bersama keluarga. Bunda Eni membuat Design Interior kontraktor pada tahun 1997 tanpa CV, namun usahanya berkembang dengan baik. Setelah memperoleh hasil dari usaha Design Interior tersebut, beliau mengembangkan usaha di bidang kecantikan yaitu salon. Walaupun Bunda Eni tidak pernah belajar khusus merias, tanpa disangka-sangka setiap custumer yang mengunjungi salon Bunda Eni selalu merasa cocok dan puas dengan riasan yang Bunda aplikasikan. Berlanjut pada tahun 2002 Bunda Eni menjadi Developer Properti. Beliau mendapat kepercayaan dari Polri dan Angkatan Darat untuk membangun rumah sederhana. Dan sampai sekarang Bunda Eni memiliki dua perumahan di Kota Bandung. Usaha properti tersebut bernama PT Wahana Dua Putera Mandiri.

Saat perkembangan salon Bunda Eni bersamaan dengan perkembangan usaha propertinya itu, secara kebetulan beliau mendapat teman yang menawarkan SPBU lelang dengan harga yang sangat miring pada tahun 2007 sekitar 7 Miliar dilelang menjadi 1,7 Miliar, Bunda Eni pun mengikuti pelelangan tersebut dengan uang hasil usaha-usahanya. Tidak lama akhirnya Bunda menang atas pelelangan tersebut di harga 2,3 Miliar. Saat itu beliau langsung berinvestasi di Kota Bandung. Omset pun terus meningkat dari 8 ton sampai sekarang menjadi 32 ton. Selain mendapat kepercayaan dari bank dan pihak lain, SPBU Bunda Eni pun terus bertambah hingga berjumlah 4 SPBU. Investasi berlanjut ke Kota Subang. Semua itu tidak terlepas dari faktor keuletan dan kerja keras. Menurutnya, tidak ada sesuatu yang didapatkan maupun dihasilkan dengan cara yang mudah. Untuk mencapai suatu kesuksesan pasti selalu dihadapkan dengan kesulitan, tergantung bagaimana kita menyikapi kesulitan tersebut.

IMG_4134Namun pada tahun 2007, Bunda Eni resmi menutup usaha salonnya. Bukan karena usahanya kolaps karena jarang ada konsumen atau dililit hutang, melainkan beliau sudah kerepotan diantara pelbagai usaha yang dijalankan dan beliau tidak ingin terlihat kurang maksimal dalam melayani pelanggan. Bunda Eni memiliki prinsip bahwa custumer service adalah poin utama, beliau tidak pernah ingin mengecewakan pelanggannya dengan hasil yang tidak sesuai dengan harapan pelanggan. Maka beliau memutuskan untuk menutup salonnya tersebut. Dan saat ini salon yang pernah Bunda Eni kelola di abadikan di daerah Jakarta dengan penataan ruangan masih sama seperti sejak Bunda Eni mengelola salon tersebut.

Akhirnya Bunda Eni bisa menepati janjinya pada anak-anak, dan mereka berhasil sekolah di luar negeri. Bunda Eni berpikir diantara kesibukan yang beliau jalani alangkah baiknya beliau melakukan kegiatan sosial. Apa itu ? Bunda Eni rutin memberikan santunan anak yatim, khususnya anak-anak asuh CSR.

Dari pengalaman sukses Bunda Eni dalam berwirausaha, beliau selalu menegaskan bahwa kuncinya adalah kepercayaan yang harus dijaga, berkomitmen, kerja keras dan rendah hati. Bersikaplah bahwa kita adalah ‘pelayan’ mereka. Itulah yang menyebabkan Bunda Eni sukses dalam setiap usahanya. Bunda Eni tidak pernah memperlihatkan bahwa beliau bersuamikan tentara ataupun saat ini sedang menggeluti dunia politik. Namun beliau selalu siap untuk melayani custumernya dengan pelayan terbaik, sehingga sudah terbiasa lepas dari ‘embel-embel’ siapa Bunda Eni. Padahal semua usaha yang dijalani Bunda Eni berdasarkan bakat sendiri, bermodalkan keberanian, serta bukan berdasarkan latar pendidikan tertentu.

Kiat menjadi pengusaha sukses menurut Bunda Eni, diantaranya memiliki modal kejujuran dan kerja keras yang ditunjang oleh doa. Dan beliau pun berpesan untuk masyarakat Indonesia, khususnya para pengusaha agar memilki jiwa pesaing.

“Untuk para pengusaha Indonesia, jadilah pengusaha yang memiliki daya saing tinggi, lebih siap mengahadapi pasar global, dan jangan pernah menjadi penonton di negeri sendiri. Tetaplah membawa nama Indonesia ke pasar Internasional”, pesan Bunda Eni.

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>