Published On: Mon, Nov 28th, 2016

LSM Akar Mempertanyakan Realiasi Rencana Leuweung Panganten

Share This
Tags

Lembaga Swadaya Masyarakat Aktivitas Anak Rimba (Akar) Kuningan, mempertanyakan rencana pembangunan Leuweung Panganten yang hingga saat ini belum juga direalisasi Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan. Pasalnya, pembangunan hutan baru khas Kabupaten Kuningan bernama Leuweung Panganten itu telah dinyatakan pihak pemerintah daerah setempat akan diluncurkan untuk direalisasikan mulai Bulan Juli 2016.

“Dulu kan rencana itu sudah dimatangkan melalui rapat yang kami ikuti di Bapedda (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah) bersama para pihak terkait lainnya. Lahan untuk tahap awal pembangunan hutan itu pun, sudah disiapkan. Namun, tidak tahu kenapa sampai sekarang belum ada tindak lanjutnya lagi,” kata Ketua LSM Akar Maman Mejiq yang sedang memperbincangkan hal tersebut bersama sejumlah pengurus dan anggotanya di sela kegiatan pelatihan navigasi darat bagi para penggiat lingkungan yang diselenggarakan LSM tersebut di Hutan Kota Bungkirit, Minggu 27 November 2016.

Maman Mejiq dan sejumlah pengurus LSM yang bergerak di bidang lingkungan hidup, olah raga dan seni tersebut, mengharapkan hutan baru khas Kuningan itu, segera direalisasi. Bahkan, mereka berharap hutan-hutan pengantin atau yang telah disepakati sebelumnya akan diberi nama leuweung panganten itu bisa dibuat di setiap wilayah kecamatan, seperti halnya hutan kota yang kini telah dibuat dan terwujud di sejumlah kecamatan.

Mereka menyebutkan, sesuai hasil rapat pembahasan teknis di Bappeda pada Februari 2016, leuweung panganten itu, tidak sekadar dibuat membentuk hutan berisi tanaman bibit-bibit pohon kenangan para pengantin, tetapi juga harus memberikan banyak manfaat lainnya bagi pengelola dan masyarakat sekitar. Misalnya disertai dengan kegiatan pembudidayaan dan penangkaran bibit pohon, atau lebih dari itu menatakelola hutan tersebut sebagai obyek wisata dengan melibatkan para penggiat lingkungan dan pencinta alam, dan masyarakat sekitar.

Sebelumnya diberitakan “PR” leuweung panganten yang telah direncanakan akan dibangun di Kuningan merupakan salah satu langkah untuk mengoptimalkan program Pepeling berjalan di Kabupaten Kuningan sejak tahun 2005. Program tersebut digagas oleh Bupati Kuningan saat itu, Aang Hamid Suganda, sebagai salah satu program unik pendukung perwujudan komitmen Kuningan sebagai Kabupaten Konservasi.

Melalui program tersebut, sejak itu setiap pasangan calon pengantin di Kuningan dianjurkan menyediakan dan menyerahkan minimal dua bibit pohon sebagai penyerta mahar. Program yang hingga saat ini masih berjalan itu juga didukung penuh Kementerian Agama setempat.

Dalam program tersebut, bibit pohon tersebut diarahkan untuk ditanam pada lahan kritis atau pada lahan lainnya. Bisa pada lahan milik pasangan pengantin dan tanah kebun keluarga pasagan pengantin bersangkutan, atau diarahkan untuk penghijauan lahan kritis di wilayah Kuningan.***

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>