Published On: Tue, Oct 29th, 2013

Dollar AS Menguat Menjelang Pertemuan The Fed

InfoAnyar.com, Jakarta – Nilai tukar dollar AS menguat atas sejumlah mata uang utama di tingkat global menjelang pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) The Federal Reserve, Selasa (29/10/2013). Rupiah pun diproyeksikan potensial tertekan dalam jangka pendek karena sentimen itu.

dollar-ASKendati mengalami kenaikan, menurut riset Monex Investindo Futures, dollar AS masih tertahan tidak jauh dari level terendah sejak November 2011 dibandingkan dengan euro. Situasi ini terjadi di tengah spekulasi The Fed akan mempertahankan kebijakan moneter ekstra longgar sebagai hasil pertemuan tersebut dan beberapa bulan ke depan.

Sementara di sisi lain investor juga terlihat enggan mendorong euro lebih tinggi seiring meningkatnya kekhawatiran bahwa Bank Sentral Eropa (ECB) mungkin akan segera mencoba menekan nilai tukar mata uang itu. Langkah tersebut dikhawatirkan akan terjadi menyusul beberapa data ekonomi Jerman baru-baru ini, yang menyoroti kerapuhan pemulihan ekonomi di kawasan Eropa.

Rupiah sebelumnya masih positif di tengah pelemahan dollar AS. Menurut riset Trust Securities, kenaikan rupiah masih terdorong oleh penguatan mata uang di Asia.

Kenaikan won Korea Selatan merupakan imbas indeks kepercayaan konsumen, dollar Australia karena bursa sahamnya yang naik, serta ringgit Malaysia karena sentimen rencana kenaikan pajak barang dan jasa. Rupiah pun masih berada di atas target resisten di level Rp 11.123 per dollar AS. Hari ini rupiah diproyeksikan berada di rentang Rp 11.055-10.950 per dollar AS pada kurs tengah Bank Indonesia.

sumber : kompas

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>