Published On: Tue, Apr 9th, 2013

Dahlan Iskan : “Jadi pengusaha, harus memiliki keberanian”

InfoAnyar.com, Bandung – Menjadi pengusaha pasti pernah gagal, karena itu lebih baik kegagalan-kegagalan itu dialami ketika anda masih muda, sehingga seandainya gagal pun yang dipertaruhkan masih sedikit dan anda akan mempunyai waktu untuk bangkit lagi.

Dahlan_Iskan

Hal ini disampaikan oleh Menteri BUMN, Dahlan Iskan dalam acara seminar “Youth Entrepreneur Program” di depan ratusan mahasiswa Fikom Unisba, pada Sabtu (6/4) lalu, di Aula Unisba.

Dahlan Iskan menilai untuk menjadi pengusaha, harus memiliki keberanian. Bila gagal, harus segera bangkit, jangan mudah menyerah.

“Sebaiknya memulai usaha sejak usia muda, sehingga apabila gagal, masih memiliki energi yang kuat dan waktu panjang untuk kembali bangkit,” tuturnya.

Banyak teori ekonomi yang mengatakan bahwa negara tidak akan maju kalau jumlah pengusahanya tidak mencapai 2% dari jumlah penduduknya, dan saat ini di Indonesia baru 0,8% atau kira-kira 1% jumlah pengusahanya. Hal ini adalah prinsip yang sudah disepakati di seluruh dunia, tinggal bagaimana caranya untuk memperbanyak jumlah pengusaha itu ?

Dahlan Iskan mengatakan, beberapa negara cukup memiliki beragam cara dalam memajukan bangsanya, contoh Taiwan, mereka itu berangkat dari pengusaha-pengusaha kecil, dengan memperbanyak pengusaha-pengusaha kecil, Lain halnya, Korea Selatan, negara yang modal ekonominya sudah maju. Tetapi Korea tidak melalui pengusaha kecil melainkan langsung dari pengusaha-pengusaha besar atau konglomerat, hingga saat ini Korea masih menjadi negara yang berhasil.

“Jadi ada negara yang berhasil dengan membangkitkan pengusaha kecil yaitu Taiwan, dan ada negara yang membangun ekonomi negaranya lewat pengusaha besar yaitu Korea, tapi ada pula negara yang berhasil membangun ekonominya lewat perusahaan negara yaitu Singapura,” tegas Dahlan Iskan.

Tetapi perlu diketahui bahwa Amerika Serikat sangat berhasil, dengan tidak mempunyai satu pun perusahaan negara, sedangkan negara yang secara kultur mayoritas petani mempunyai persoalan besar bahwa petani bisa menjadi pengusaha atau tidak ?

Lebih lanjut Dahlan mengungkapkan bahwa pendidikan penting untuk how to know, tetapi belum bisa meningkat menjadi how to do. Tetapi untuk bisnis perlu how to do, siapa yang menggerakkan batin kita untuk berbuat ?

“Penularannya adalah proses untuk how to do, oleh karena itu, tidak ada teori yang mengatakan pengusaha harus memulai dari umur 30 tahun ke atas,” ujarnya.

Dahlan Iskan mengapresiasi acara ini harus terus dilakukan, harus disadari memang tidak gampang jadi pengusaha. (Andri)

 

 

None found.

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

*