Published On: Wed, Aug 28th, 2013

Cerita Qaddafi haus perempuan

InfoAnyar.com –  Mantan Presiden Libya Muammar Qaddafi ternyata bertanggung jawab atas penculikan sejumlah remaja lalu dijadikan budak seks. Ini dilansir dalam buku menulis tentang diktator itu.

gaddafi-photos-news-life-dead-killed-shot-16-20090610Surat kabar the Daily Mail melaporkan, Senin (26/8), seorang gadis bernama samaran Soraya mengaku selama lima tahun disekap dan diperkosa di sebuah ruang bawah tanah, beberapa kilometer dari Ibu Kota Tripoli. Dia juga saban hari dipukuli dan menyaksikan siksaan serupa ke puluhan gadis dan anak laki-laki juga menjadi korban penculikan Qaddafi.

Kisah ini dituang dalam buku berjudul ‘Selir Qaddafi: Cerita perempuan muda dan kekejaman penguasa’. Buku ini ditulis oleh jurnalis Annick Cojean dari surat kabar Le Monde.

Buku ini telah terjual 100 ribu eksemplar sejak diterbitkan di Prancis tahun lalu. Kini akan segera terbit versi bahasa Inggris.

Cojean menuliskan selain anak-anak di bawah umur Qaddafi juga mengejar selebritas dan istri para diplomat asing. Menurut penyelidikan dia para penjaga kaum hawa di sekeliling Qaddafi pada kenyataannya hanya gundik dan tidak tahu menggunakan senapan.

Dalam memilih perempuannya, Qaddafi memberikan bunga dan mengusap kepala Soraya. Lalu gadis itu dibawa ke istana Bab al-Azizia untuk seterusnya ditelanjangi, dibersihkan, dan dipersembahkan bagi Qaddadi.

Lalu Soraya dibaringkan ke tempat tidur. Saat itulah pemimpin seumur dengan bapaknya itu mencoba memperkosa dia. Soraya melawan, dia lalu diseret oleh selir kepala untuk diberikan hukuman.

Soraya mengatakan Qaddafi berusaha membuatnya nyaman. Dia menyuruh gadis itu menganggapnya apa saja membuat nyaman sebab Soraya akan tinggal selamanya di Istana Qaddafi.

Gadis itu juga dipertontonkan film porno serta melihat Qaddadi bercinta dengan gundiknya sehingga dia bisa belajar bagaimana melayani diktator itu. Tak hanya memperkosa anak perempuan, anak lelaki diculiknya juga disetubuhi.

Meski Soraya diizinkan pulang pada 2009 namun bayang-bayang kekejian Qaddafi terus menghantuinya. Dia baru bisa terbebas dari rasa takut setelah lelaki itu tewas dua tahun lalu di masa akhir perang saudara di Libya.

Sebelum menggilir para kaum hawa di sekitarnya Qaddafi secara rutin mengadakan tes darah oleh tim medis pribadinya untuk memastikan mereka bebas penyakit sehingga tidak menularkan saat Qaddafi berhubungan seks dengan mereka.

sumber : merdeka.com

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>