Share, , Google Plus, Pinterest,

Print

Posted in:

BCC Menggali Potensi-Bakat Anak Sejak Dini

Bandung – Wahana pendidikan dan hiburan bagi anak usia dini, Bandung Champion City (BCC) akan hadir di Kota Bandung pada akhir tahun ini. Dengan nilai investasi Rp 120 miliar, BCC yang dibangun di atas lahan seluas 1 hektare yang di Mal Lucky Square, Kota Bandung itu akan menjadi pilot project nasional.

Principle dan Konsep BCC Masrah Marang, BBC merupakan wahana bermain dan belajar yang bisa digunakan anak-anak usia 4 hingga 15 tahun untuk mencari serta mengembangkan bakat dan minatnya sejak dini. Anak-anak akan mendapat pendampingan dari para mentor yang sudah terlatih dalam menggali potensi yang dimiliki.

Teknisnya, BCC akan memiliki 75 wahana dengan latarbelakang permainan profesi. Termasuk melibatkan 177 mentor profesi yang dapat diperankan anak-anak di dalam wahana tersebut.

”Kita siapkan berbagai profesi dan pekerjaan orang dewasa seperti menjadi polisi, dokter, wartawan, apoteker, salesman, dan lebih dari 75 profesi lainnya,” papar Masrah kepada wartawan saat pengenalan Bandung Champion City (BCC) di Studio RRI, Kota Bandung, kemarin (5/4).

Dia mengatakan, setiap wahana pekerjaan satu sama lain terkoneksi. Misal, jika anak ingin jadi dokter, maka anak tersebut harus kuliah dulu, kuliahnya di jurusan apa, dijelaskan secara rinci.

”Nantinya anak-anak bisa bermain sambil belajar profesi orang dewasa dan diakhiri kegiatan mereka akan dievaluasi secara psikologi apakah sesuai dengn minat mereka yang dipilih lalu kemudian muncul record psikologi selanjutnya orang tua bisa mengusulkan soal psikologi itu,” sambung pimpinan BCC itu.

Diakhir kegiatan, lanjut dia, anak-anak juga akan mendapat evaluasi secara psikologi dari psikolog yang sudah pihaknya siapkan. Hal tersebut untuk menentukan kesesuaian antara wahana yang anak-anak tempati dan pilih dengan bakat sesuai psikologi anak tersebut. Nantinya, anak-anak akan mendapat buku nilai dari hasil bermain dalam bentuk rapor psikologi.

”Sehingga, orangtua bisa mengonsultasikan lebih lanjut kepada psikolog terhadap minat dan bakat yang terrecord di situ,” jelasnya sambil menambahkan, setiap orangtua yang ikut mengantar juga diberikan pelatihan parenting dan beragam informasi prihal pola didik anak.

Dia mengatakan, kerjasama dengan berbagai pihak juga akan dilakukan untuk menunjang berbagai wahana yang ada. Sebab, konsep kota mini yang disiapkan harus semakin bagus agar betul-betul menyerupai kota sungguhan. Untuk itu, pihaknya merasa perlu melibatkan pihak-pihak lain supaya bisa menampilkan kegiatan yang berlangsung sesuai dengan aslinya.

”Misalnya kaya permainan TNI, di situ kita kerjasama dengan Kodam dan ada logonya. Jadi seolah-olah anak-anak itu bermain kaya tentara beneran dan kita bisa dapat izin pake lambangnya,” urainya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *