Share, , Google Plus, Pinterest,

Print

Posted in:

Kekalahan Penunda Perayaan

2 RB Leipzig vs Bayern Muenchen 1

LEIPZIG – Andai kekalahan 1-2 Bayern Muenchen atas RB Leipzig kemarin dini hari terjadi 10 spieltag lebih awal, mungkin Bayern akan ketir-ketir. Sebab, koleksi poin mereka di pucuk klasemen juga tidak akan terlalu jauh dari tim pesaing. Lebih jauh, Leipzig juga bisa saja merangsek ke papan atas.

Sebab Timo Werner dkk saat ini masih terpaku di posisi keenam dengan selisih 23 poin dari Bayern (43-66). Mereka pun sudah terlempar dari persaingan juara Bundesliga musim ini. Padahal, musim lalu mereka adalah pesaing utama Die Roten dengan jadi runner up di akhir musim.

Sandro Wagner sempat membawa Bayern unggul pada menit ke-12. Namun, tuan rumah mampu membalikkan keadaan via dua gol kemenangan yang dicetak Naby Keita pada menit ke-37 dan Werner (56′). “Akan ada pertandingan seperti hari ini (kemarin, Red) saat anda tidak dalam kondisi terbaik dan gagal bertahan dengan sempurna. Leipzig layak menang,” ucap der trainer Bayern Jupp Heynckes kepada Goal.

Pelatih 72 tahun itu terkesan tidak terlalu cemas terhadap kekalahan timnya. Benar saja. Kekalahan dari Leipzig diyakini hanya akan menunda perayaan juara Bayern.

Sebelumnya, Thomas Mueller bisa mengunci titel keenam beruntun Bundesliga mereka bila memenangi dua spieltag melawan Leipzig di spieltag ke-27 kemarin dan Der Klassiker kontra Borussia Dortmund (31/3). Dengan kekalahan kemarin, maka Bayern harus mengulang lagi dengan harus menang di dua spieltag selanjutnya.

Sebab, selisih poin mereka dengan Schalke 04 di posisi runner up adalah 17 angka (66-49). Dengan Bundesliga yang hanya terdiri dari 34 pertandingan, maka gelar bisa dikunci Bayern apabila terus menang hingga spieltag ke-29.

“Ini (kekalahan dari Leipzig) adalah peringatan bagi kami untuk pertandingan-pertandingan selanjutnya. Jika kami bermain selama 90 menit seperti yang kami lakukan dalam setengah jam terakhir maka kami tidak akan kalah,” kata Heynckes lagi.

Kekalahan dari Leipzig boleh saja hanya menunda perayaan juara Bundesliga Bayern. Namun, bagi kelangsungan musim mereka di ajang lain, kekalahan tersebut menunjukkan bahwa Bayern memiliki kelemahan dan bisa dikalahkan. Dan, ini bisa dimanfaatkan Sevilla yang akan berhadapan dengan Bayern di perempat final Liga Champions bulan depan dan Bayer Leverkusen di DFB Pokal yang juga dihelat bulan depan (17/4).

Ya, pelatih Leipzig Ralph Hesenhuettl berani berjudi dengan tampil menyerang dan menerapkan strategi pressing ketat. Dia mengganti formasi 4-2-2-2 yang selama ini jadi pakem Leipzig ke 3-4-3 yang lebih menyerang.

Kemenangan tersebut juga menjadi yang pertama bagi Leipzig dari lima laga bersua Bayern sebelumnya yang selalu berakhir dengan kekalahan. Satu gol Werner juga membuatnya mengakhiri scoreless di Bundesliga dalam 543 menit. Hanya saja, kemenangan tersebut dibayar mahal dengan Marcel Sabitzer yang menderita cedera engkel

“Ada pertanyaan besar jelang laga ini (kemarin, Red); ‘apakah kami akan membuat kondisi tim semakin tertekan (bila kalah dari Bayern, Red) ataukah membantu mereka meraih sesuatu yang penting dari lawan yang belum pernah kami kalahkan sebelumnya? Kami memutuskan untuk melakukannya (opsi kedua, Red),” ucap Hasenhuettl kepada ntv.

“Kami selama ini hanya berlatih sekali dengan formasi baru. Jadi, bisa maksimal dengan pola baru tersebut tentu sangat keren dan menyenangkan. Kami bermain 70 menit dengan pressing super ketat yang membuat Bayern sulit berkembang,” timpal Diego Semme yang kemarin menjadi kapten Leipzig. (io/ign)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *